Sejarah Stasiun Manggarai yang Kini Punya Jalur Layang

Stasiun Manggarai kini tampak menjadi stasiun paling modern di ibu kota setelah selesainya proses revitalisasi di sana. Stasiun itu kini memiliki elevated track atau jalur layang untuk melayani KRL rute Jakarta Kota-Bogor dan sebaliknya.

Namun sebenarnya di balik tampilannya yang modern, stasiun itu sudah berusia tua. Tahun ini, stasiun Manggarai berusia 103 tahun.

Menurut laman resmi KAI, pada 1993 Stasiun Manggarai telah ditetapkan sebagai Bangunan Stasiun Cagar Budaya oleh Pemerintah DKI Jakarta. Pembangunannya sudah dimulai sejak 1914 oleh perusahaan kereta api negara Staatsspoor en Tramwegen (SS) yang menguasai jalur kereta di Batavia.

Stasiun itu diresmikan pada 1 Mei 1918. Sejak itu, stasiun Manggarai melayani perjalanan kereta ke berbagai daerah.

Dalam suasana kemerdekaan pada September 1945, Stasiun Manggarai diambil alih oleh puluhan ribu demonstran dan buruh kereta api setelah melakukan aksi long march dari Stasiun Jakarta Kota.

Di areal stasiun ini, rencana rahasia dipersiapkan untuk memindahkan Presiden dan Wakil Presiden RI ke Yogyakarta. Presiden Soekarno menuju ke sana menggunakan kereta luar biasa pada 1946.

Hingga saat ini, bentuk asli stasiun Manggarai masih dipertahankan meski revitalisasi dilakukan. Dulu desainnya dibuat oleh arsitek Belanda bernama Ir. J. Van Gendt. Kini stasiun Manggarai melayani lalu lintas KRL dan kereta jarak jauh, bahkan rencana aktivitas di Gambir akan dipindahkan ke sini.

LAURENSIA FAYOLA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.