Menjaga Emosi Penderita Stroke Menjadi Kunci Utama Pemulihan

Penyakit stroke menjadi salah satu penyakit yang ditakuti orang seluruh dunia. Penyakit ini tidak hanya diderita paralansia tetapi juga bisa diderita para kaum muda. Semuanya memang tergantung dengan gaya hidup yang sudah dilakukan.

Menderita penyakit stroke tentunya tidak diinginkan oleh semua orang. Tetapi bila memang sudah terlanjur menderita penyakit stroke. Maka, terdapat beberapa kegiatan yang harus dihindari supaya penyakit stroke tidak bertambah parah. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut merupakan kegiatan yang sangat perlu diwaspadai untuk menanggulangi penyakit stroke :

1. Kontrol emosi

Penderita penyakit stroke biasanya mengalami problema dalam memahami sesuatu. Kemudia, penyakit stroke juga dapat menyebabkan gejala emosional yang tinggi. Penderita stroke dapat mengalami depresi jika ia mengekspresikan emosinya secara berlebihan.

2. Menyetir

Menyetir dapat dilakukan oleh para penderita stroke setidaknya satu bulan setelah masa pemulihan. Hal ini diakibatkan karena penderita dapat berisiko mengalami penyakit stroke kembali.

Menyetir membutuhkan konsentrasi yang tinggi sehingga akan sangat berbahaya jika penderita stroke melakukan hal ini kembali. Bisa dikatakan bahwa penyakit stroke telah memberikan dampak yang buruk terhadap kesehatan tubuh seperti tidak terlalu jelas dalam melihat,kurangnya kesadaran pada satu sisi tubuh, kebingungan dalam menilai jarak, kesulitan dalam berkonsentrasi dan lain sebagainya.

Rutin memeriksakan diri terutama untuk mengecek kesehatan organ tubuh dapat membantu para penderita stroke ataupun para masyarakat awam dalam mengontrol penyakit ini.

PRIMANDA ANDI AKBAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.