Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 109 Bab 4 Tabel 4.2: Ayo, Mewawancarai

Berikut kunci jawaban Pendidikan Pancasila kelas 8 halaman 109. Soal halaman 109 ini berada dalam Bab 4 yang berjudul "Melestarikan Budaya Bangsaku". Namun, sebelum melihat kunci jawaban Pendidikan Pancasila kelas 8 halaman 109, siswa diharapkan dapat mengerjakan soal secara mandiri.

Buku Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas 8 ini ditulis oleh Tudi Setiawan, Tia Setiawati, Muhammad Sapei, dan Prayogo. Kalian tentu tahu asal daerah ayah dan ibu kalian Misalnya, ayah berasal dari Makassar, sedangkan ibu berasal dari Yogyakarta. Namun, apakah kalian juga tahu kearifan lokal dan budaya Makassar dan Yogyakarta yang merupakan daerah asal ayah dan ibu kalian? Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 109 Bab 4 Tabel 4.2: Ayo, Mewawancarai

Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 112, 113 Bab 4 Tabel 4.3: Ayo, Mengidentifikasi Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 73 Bab 3 Tabel 3.2: Ayo, Mengidentifikasi Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 71 Bab 3 Tabel 3.1: Ayo, Mengidentifikasi

Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 114 Bab 4 Tabel 4.4 dan 4.5 Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 121 Bab 4: Ayo, Mencari Informasi Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 137 Bab 5: Ayo, Simpulkan

Jika belum mengetahuinya, kalian dapat bertanya langsung kepada ayah dan ibu kalian seputar kearifan lokal dan budaya asal usulnya. Agar memahami lebih dalam, kalian juga dapat bertanya tentang makna dibalik kearifan lokal dan budaya tersebut. Nah, coba kalian tuliskan hasilnya dalam tabel berikut berikut ini. Tabe merupakan ciri khas suku Bugis, Makassar yang telah dilakukan secara turun temurun.

Tabe adalah salah satu kearifan lokal masyarakat Sulawesi Selatan untuk menghormati atau menghargai orang lain. Budaya ini paling sering digunakan ketika hendak permisi melewati arah orang lain. Tabe adalah simbol dari upaya untuk menghargai dan menghormati orang lain di hadapan kita.

Kata ini berasal dari bahasa Sansekerta: kşantavya atau ksantawya yang artinya ialah “maaf”. Biasanya masyarakat di sana menggunakan kata tabik ini sebagai pembuka kata. Budaya tabe ini dilakukan dengan gerakan membungkukan badan dan tangan kanan turun ke bawah mengarah ke tanah.

Budaya ini akan memberikan citra yang baik kepada para pendatang dengan tetap mengedepankan keramahan. Selain itu, juga dapat mencegah banyak perpecahan dan akan mempererat rasa persaudaraan. Sekaten adalah upacara tradisional memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Pelaksanaannya adalah pada waktu yang sama dalam satu tahun sekali, yakni setiap tanggal 5 hingga 11 Rabi’ul Awal atau dalam kalender Jawa kerap disebut sebagai bulan Mulud. Pelaksanaan upacara Sekaten nantinya akan ditutup oleh upacara Garebeg Mulud yang dilakukan pada tanggal 12 Rabi’ul Awal. Sekaten merupakan salah satu sarana yang digunakan untuk menyebarkan agama Islam melalui kegiatan kesenian gamelan.

Alasannya, pada saat itu masyarakat begitu suka dengan kesenian Jawa serta gamelan. Alhasil, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak lagi menggunakan kesenian rebana, tetapi menggunakan kesenian gamelan. Upacara Sekaten dapat dimaknai sebagai salah satu bentuk akulturasi antara agama dan budaya.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *