Daihatsu akan Setop Pengiriman Semua Kendaraan Akibat Masalah Keselamatan

Unit Daihatsu milik Toyota Motor akan menghentikan pengiriman semua kendaraan baik ke luar negeri maupun di Jepang setelah penyelidikan terhadap skandal keselamatan menemukan masalah pada 64 model, termasuk 22 model yang dijual dengan merek Toyota. Panel independen telah menyelidiki Daihatsu setelah pada April lalu pihaknya melakukan uji keselamatan tabrakan samping yang dilakukan terhadap 88.000 mobil kecil, yang sebagian besar dijual dengan merek Toyota. Adapun laporan terbaru menunjukkan bahwa cakupan skandal tersebut jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya dan berpotensi mencoreng reputasi produsen mobil dalam hal kualitas dan keselamatan.

Toyota kemudian mengatakan "reformasi mendasar" diperlukan untuk merevitalisasi Daihatsu sebagai sebuah perusahaan selain peninjauan operasi sertifikasi. “Ini akan menjadi tugas yang sangat penting yang tidak dapat diselesaikan dalam semalam,” kata juru bicara Toyota. “Hal ini memerlukan tidak hanya peninjauan terhadap manajemen dan operasi bisnis, namun juga peninjauan terhadap organisasi dan struktur,” sambungnya.

Daihatsu akan Setop Pengiriman Semua Kendaraan Akibat Masalah Keselamatan Daihatsu Beri Kompensasi ke Pemasok Pasca Penghentian Produksi Kendaraan Akibat Skandal Keselamatan Daihatsu Jepang Tangguhkan Pengiriman Mobil Imbas Skandal Uji Keselamatan

Di Tengah Skandal Keselamatan, Daihatsu Lanjutkan Pengiriman Mobil ke Indonesia Bersamaan Perayaan Natal, Daihatsu Tutup 3 Pabrik Sementara Waktu Akibat Skandal Tes Keselamatan Honda Tarik Kembali 750 Ribu Kendaraan Akibat Ada Masalah Airbag

Daftar Mobil Daihatsu Toyota Terindikasi Skandal Keselamatan, Daihatsu Indonesia Buka Suara Australia Membelot, Pilih Tunda Pengiriman Senjata ke Israel Demi Setop Perang di Gaza Sebelumnya, surat kabar Asahi melaporkan bahwa Daihatsu telah melakukan kecurangan dalam uji keselamatan hampir semua model yang diproduksi saat ini serta beberapa mobil yang dibuatnya di masa lalu.

Daihatsu pun angkat bicara dan mengatakan pihaknya telah menemukan kesalahan tes yang dilakukan setelah adanya laporan whistleblower. Pihaknya juga mengatakan telah melaporkan masalah ini ke badan pengatur dan menghentikan pengiriman model yang terkena dampak. Perusahaan kemudian menghentikan penjualan kendaraan listrik hibrida Toyota Raize dan model Rocky miliknya setelah juga menemukan masalah dalam pengujian kedua model tersebut. Daihatsu sendiri telah memproduksi 1,1 juta kendaraan selama 10 bulan pertama tahun ini, hampir 40 persen di antaranya diproduksi di luar negeri, menurut data Toyota. Perusahaan ini menjual sekitar 660.000 kendaraan di seluruh dunia selama periode tersebut dan menyumbang 7 persen dari penjualan Toyota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *