6 Kuliner Khas Singapura yang Bisa Dibuat di Rumah

Sebagai salah satu destinasi wisata masyarakat Indonesia, bisa jadi ada banyak yang sudah merasa kangen dengan kuliner asal Singapura yang terkenal akan kelezatannya. Di negara ini, pengunjung bisa menemukan berbagai macam sajian kuliner mulai dari street food hingga restoran yang berbintang Michelin.

Untuk mengobati kerinduan para pengunjung, Chef Martin Praja berkolaborasi dengan Singapore Tourism Board memberikan deretan masakan ala Negeri Singa yang bisa dibuat di rumah masing-masing. Berikut ini beberapa sajiannya:

Laksa

Cita rasa perpaduan antara kaldu dan santan yang gurih dengan berbagai topping seperti udang dan tahu menjadi salah satu kudapan yang mudah ditemui saat berkunjung ke Singapura. Kuliner ini berasal dari area peranakan yang berada di Katong. Bagi pengunjung yang ingin mencicipinya, coba kunjungi restoran 328 Katong Laksa.

Udang bisa dikatakan menjadi bintang utama dari laksa agar kuahnya terasa enak. Cita rasa asli Laksa Singapura ini terbilang cukup pedas, tetapi jika ada diantara pengunjung yang merupakan pecinta pedas maka bisa menambahkan berbagai varian cabai yang mampu membuat rasa laksa menjadi sangat pedas dan segar

Hainanese Chicken Rice

Mirip seperti laksa, Hainanese Chicken Rice atau Nasi Ayam Hainan ini dapat ditemukan dengan mudah di Singapura. Hainanese Chicken Rice ini merupakan sajian nasi wangi yang dipadukan dengan irisan tipis potongan daging ayam yang ditambahkan dengan jahe bubuk dan sambal.

Beberapa rekomendasi Chef Martin dan rekannya, Febrian untuk restoran Nasi Ayam Hainan di Singapura adalah Liao Fan Hawker Chan di Smith Street Chinatown, Lam’s Noodle House, Tian Tian Hainanese Chicken Rice di Maxwell Food Center dan Ming Kee Chicken Rice di Bishan Street.

Bagi yang ingin memasak Hainanese Chicken Rice di rumah, Chef Martin memberikan tips untuk jangan lupa menaruh ayam di es batu setelah proses perebusan. Gunanya adalah untuk menghentikan proses pematangan agar gizi dan cita rasanya terus terjaga.

Hidangan ala Zi Char

Zi Char sebenarnya bukanlah nama makanan, melainkan istilah tradisi makan bersama di Singapura bersama teman atau keluarga. Jika di Indonesia-kan, istilah ini akan menjadi “makan tengah”.

Dalam sajian makan tengah khas Singapura, Chef Martin memasak hidangan berupa buncis tumis daging cincang, tumis kailan saus bawang putih, udang sereal dan kepiting cabai Singapura.

Chef Martin bersama ketiga temannya yang merupakan food blogger memberikan deretan rekomendasi restoran untuk makan dengan tradisi zi char. Two Chefs Eating Place dan Kok Sen Restaurant menjadi tempat yang terfavorit. Tapi jika ingin mencari yang halal, kunjungi Mak’s Place-The Hawkerant, Chai Chee Seafood Restaurant dan Jiak Modern Tzechar.

Ikan Patin, sajian khas lokal dan Madu Cerana

Satu hal yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Singapura adalah mencicipi ikan patin ala restoran ternama Kausmo yang terletak di Shaw Centre. Resep kuliner ini merupakan oleh-oleh dari Chef Martin praja dari master class yang diikutinya secara daring dalam salah satu sesi di Singapore Food Festival 2020.

Lengkap dengan garnish asli Singapura seperti ulam raja dan daun lada liar, masuk ke dalam topping chimichurri untuk ikan bersamaan dengan madu yang dipanen dari lebah madu Cerana tropis. Perpaduan bahan saus ini menjadi sebuah makanan yang lezat dan elegan.

Hokkien Prawn Mee

Mi Udang Hokkien yang merupakan sajian kuliner mi yang diolah dengan bawang putih, telur, udang, cumi, tauge dan ikan asin ini juga menjadi salah satu menu wajib untuk dicoba. Kekuatan mi satu ini berada pada kekentalan bumbu kaldunya yang direbus bersama seafood.

Biasanya, kaldu yang digunakan untuk mie udang ini adalah kaldu aromatik yang berasal dari tulang babi dan kepala udang. Tapi, bagi yang ingin hidangan halal maka bisa diganti dengan tulang sapi atau hanya dengan menggunakan kaldu udangnya saja. Memasak kaldu udang sendiri hanya memakan waktu 10 menit saja.

Fried Carrot Cake

Ini bukan sembarang kue wortel yang bisa ditemukan di toko-toko kue. Fried carrot cake merupakan makanan khas Singapura yang memliki cita rasa unik.

Meskipun bernama wortel, nyatanya tidak ada sama sekali bahan baku yang terbuat dari wortel. Nama carrot muncul berasal dari lobak yang disebut sebagai white carrot di Singapura.

Di menu ini, lobak lah yang menjadi bahan baku utama dari fried carrot cake yang kemudian dikukus dengan adonan tepung beras, lalu ditumis dengan bawang putih, daun bawang, telur dan lobak asin. Bagi yang ingin mencicipi sayuran dengan rasa gurih, maka fried carrot cake menjadi jawaban yang tepat. Pengunjung bisa mencoba kuliner halal satu ini di Soon Lee Fried Kway Teow di Bedok Corner Singapura.

LAURENSIA FAYOLA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.